Sebelum group riding ke Pantai Klayar Pacitan saya ingatkan rekan-rekan saya untuk cek kondisi kendaraan mereka, maklumlah buruh yang tiap hari sibuk terkadang lupa untuk service, bahkan melumasi rantai motor saja sering terlupa apalagi musim hujan ini menyebabkan rantai cepat kering dan berisik. Selain itu diantara rekan-rekan saya ada perempuan yang terbiasa mengendarai motor sport (NVL) warna putih merah lansiran bulan 7 tahun 2013. Sudah dua minggu sebelumnya saya ingatkan, tapi ya karena itu tadi, perempuan sibuk, kurang mengerti dengan motor :D. Akhirnya Sabtu pagi (15/3/14) sebelum berangkat ke Klayar pada saat kumpul di titik kumpul, saya sempat lihat kondisi NVLnya, saya lihat roda belakangnya ternyata bibir velg yang sisi kanan ada yang peyang dan ada paku yang tertancap di rodanya 🙁 tapi sedikit lega, karena ban tublesnya mampu menahan bocor karena pakunya, saya sempat dilema karena jika dilepas pakunya pasti nanti harus ditambal dan jika ditambal dengan metode tambal tubless biasanya takutnya malah tambah parah dan harus pasang ban dalam.
Menurut empunya velg yang peyang dikarenakan pernah menghajar lobang didekat tempat kerja, dan baru tahu juga kalau velgnya seperti itu setelah saya melihatnya
Tidak terlalu parah, namun bisa mengurangi cengkraman bibir ban ke bibir velg
Paku yang menancap tak jauh dari bibir velg yang peyang dan sementara dibiarkan menancap apa adanya…
woh… bahaya nggak tuh…
ya kalau tambah lebar peyangnya ya bahaya mas…
walah peyang ki
buahahaha, itu penyakit yamaha pelk peyang